PEMESANAN CEPAT SMS : NAMA BARANG PESANAN/NAMA/ALAMAT LENGKAP (Contoh : BELI JELI GAMAT 350ml/EGI/JL. MOCH ABBAS NO.6 RT1/RW2 KEL. SAWAH KEC. CIJERAH - BANDUNG 43212) KE 0813 9400 7164 atau 0857 595 77 929
pin : 324d593a
GARANSI 100% dan dikirim via TIKI/JNE ke seluruh Indonesia, sampai ditangan Anda_PASTI!!______Khusus BANDUNG, CIANJUR, JABODETABEK bisa COD (bayar di tujuan) diantar ke rumah/kantor Anda via kurir motor,_ Distributor Utama _ JELI GAMAT,_ SPIRULINA,_ MILKTHISTLE_ Produksi_ LUXOR

Senin, 28 Mei 2012

jantung bocor

Apakah jantung bocor itu?

Jantung bocor tidaklah seseram sebutannya,
disebut bocor karena ada lubang kecil sekali (mm) pada sekat antara bilik (VSD, Ventrikel Septal Defect) atau pada sekat serambi (ASD, Atrial Septal Defect).

Bocor bawaan pada bayi ini terjadi karena pertumbuhan sekat kurang sempurna dan biasanya seiring bertambahnya usia ada kemungkinan akan menutup dengan sempurna. Namun kebocoran akan mengganggu tumbuh kembang bayi. Pd anak gejalanya bobot badan kurang dan cepat capek (sesak napas).

Ada juga bocor pd aorta yg menyambung ke pulmonal (PDA, Paten ductus Arterious):
Karena ductus arterious tidak menutup secara sempurna, hal ini jarang terjadi.
Lalu ada juga kebocoran yg terjadi pada katup/klep jantung.

Penyebab jantung bocor bawaan,
Tidak diketahui secara pasti, namun hal berikut bisa beresiko bayi terkena jantung bocor bawaan:
Ibu menderita sakit campak , hipertensi atau ibu merokok / terkena polusi asap rokok pada awal2 kehamilan. Terkena sinar rontgen, ataupun polusi zat kimia.
Karenanya sangat penting menjaga kesehatan pada trimester kehamilan, makanan yg bermutu, menjauhkan diri dari polusi.



mengobati jantung bocor
Sakit Jantung Bocor bawaan sembuh dengan kombinasi jeli gamat & Spirulina

Nama : Feodora A . Zharfanessa, usia : 1 th
Alamat : Puri Santika , Cirebon

Sebelum
Setelah melahirkan Nessa putri pertama kami, saya sangat
bahagia ujar Sang Ibu Sri Gianti, S.Psi , Jakarta bulan Oktober 2006 yang lalu. Awalnya semua
berjalan normal namun saat akan melakukan imunisasi Nessa
pada 27 Feb 06, saya tersentak karena diketahui ternyata
Nessa mengalami jantung bocor sebesar 0.3mm. ” Umurnya
pada saat itu baru 3 minggu, sulit mengungkapkan bagaimana
perasaan saya”, kenang Sri Gianti mengingat masa itu. Setelah
mendapat rujukan dokter di Cirebon saya pun membawa
Nessa untuk kontrol tiap bulan ke RS Jantung harapan
Kita di Jakarta. Di rumah sakit besar ini Nessa melakukan
serangkaian pemeriksaan namun dikatakan pada kasus seperti
ini yang umum terjadi pada bayi baru lahir biasanya kebocoran
akan menutup dengan sendirinya sampai dengan usia 5 th.
Nessa pun tidak diberi obat apa-apa. Bulan berikutnya saya
perhatikan nafsu makan Nessa sangat kurang, berat badannya
sulit naik. Kontrol tiap bulan terus saya lakukan.

Setelah
Posisi saya hanya menunggu sampai menutup sempurna, tapi
saya tidak mau hanya berpangku tangan. Akhirnya di bulan ke-2
saya membaca iklan Jeli gamat di salah satu majalah. Setelah
mendapat informasi yang cukup,Jeli gamat & Spirulina dapat
dikonsumsi untuk anak-anak. Saya putuskan untuk memberikan
gamat 3x1 sdt/hr dan Spirulina 3x1 tablet/hr untuk Nessa.
Kemajuan berarti mulai tampak di bulan ke-2 nafsu makan naik
dan BB bertambah. Di bulan ke-4 saat di kontrol di Jakarta
dokter menyakatakn bocor di jantungnya telah menutup
dengan sempurna. ” Alhamdulilah, saya mengucap syukur atas
semua ini ”, tutur Sri Gianti dengan haru. Kini Nessa tumbuh
sehat , saya dan keluarga sungguh bahagia.
Produk yang digunakan
Jeli Gamat & Spirulina

Klik tanda > untuk putar video

*********************************************************************************************
My baby sister was born with down syndrome and a heart problem. She had an A/V canal defect which is a large hole in her heart and a PDA. She had surgery on January 22,2010 to repair it. This is her journey........

*********************************************************************************************

KLIK TANDA > UNTUK NONTON VIDEO


Jantung bocor
Gamat - sebutan teripang di Malaysia - telah mengembalikan detak jantung Taurini, pengidap jantung bocor bawaan sejak lahir. Lima tahun lalu ketika berusia 47 tahun, ia kerap pingsan dan 8 kali bolak- balik ke rumah sakit dalam satu bulan. ?Dokter bilang harus dioperasi, tak ada jalan lain , itu berarti saya butuh seratus juta,? kata ibu 3 anak itu.
Lantaran terimpit biaya, operasi itu batal. Obat dokter berupa Asparca, Ascardia, dan ISDN yang semestinya menjadi obat seumur hidup juga dihentikan. Semua kerabat dipanggil untuk melihatnya terakhir kali. Saat itulah sepupunya datang membawa jeli teripang dan menganjurkan rutin meminumnya. Dalam seminggu bobot tubuhnya naik 10 kilogram dan dokternya terkejut melihat ia mampu berjalan dan wajahnya berseri. ?Paling tidak kondisi saya jauh lebih baik tanpa harus operasi,? katanya.

Mengalami kelainan jantung bocor sejak lahir (bawaan), keluhan semakin terasa setelah dewasa. Rasa sakit di dada seperti tertusuk sampai ke punggung, lemas,hilang keseimbangan, sesak napas dan dada seperti diberi beban yang sangat berat. Selama 5 tahun berturut-turut wajib minum 5 macam obat untuk jantung. Kondisi paling parah terjadi di bulan Januari-Februari 2004, sebanyak 7X dirawat inap di rumah sakit, membaik namun kambuh lagi, berulang-ulang. Sampai akhirnya dinyatakan fungsi jantung hanya tinggal 54 % saja.Mulai teratur mengkonsumsi produk Luxor sejak akhir Juni ‘04, Gamat Oral Jelly 2x2 sdm/hr, dan Spirulina 2x5 tablet/hr. Dalam 1 bulan saya menghabiskan 3 botol Gamat Oral Jelly dan 1 botol Spirulina 150 tablet, di akhir bulan saya melakukan Check up kembali. Hasil yang luar biasa menunjukan bahwa fungsi jantung meningkat hingga 77%. Bersamaan dengan itu saya semakin kuat, jarang kambuh dan rasa sakit di dada hilang dan belum pernah dirawat lagi di rumah sakit.
Jantung bocor
Produk yang digunakan: Jeli Gamat LUXOR dan Spirulina

(Vina Fitriani/Peliput: Syalita Fawnia)
Di muat majalah Trubus
Edisi: Selasa, 07 Maret 2006
____________________________________________________________________________________
Artikel Jantung koroner ini ada di majalah TRUBUS
Edisi: Minggu, 02 Juli 2006

Gamat Tuntaskan Jantung Koroner

Karena rasa nyeri dan panas di dada tak juga sirna, Mulyanto memanggil salah seorang rekan yang tinggal di dekat rumahnya. Oleh rekannya, Mulyanto dipijat-pijat. Ah ini sih masuk angin, katanya. Usai dipijat, rasa panas di dada tak juga minggat. Derita itu menjalar ke leher. Rasanya seperti tercekik, kenang Mulyanto.

Khawatir memburuk, akhirnya Mulyanto diantar sang istri ke Puskesmas terdekat. Setelah diperiksa, dokter jaga menyarankan Mulyanto untuk diperiksa dengan ekokardiogram (EKG) di Rumahsakit Hasan Sadikin, Bandung. Meski menjelang pagi, ayah 2 anak itu tak hirau. Ia langsung diboyong ke rumahsakit oleh sang istri tercinta.

Setibanya di ruang gawat darurat, Mulyanto langsung mendapat perawatan dokter. Dalam hitungan menit, ekokardiogram sudah terpasang di sekujur tubuh. Mulyanto juga diperiksa darah dan urine. Setelah rangkaian tes usai, hasil diagnosis dokter spesialis jantung menyimpulkan bahwa Mulyanto terkena serangan jantung koroner.

Menurut dokter, serangan jantung yang diderita Mulyanto disebabkan penyumbatan pembuluh darah jantung. Selain itu, tekanan darah tinggi yang mencapai 140/110 mmHg turut memicu serangan. Sebelumnya saya mengidap tekanan darah rendah, katanya. Kadar trigliserida 200 mg/dl, kian memperparah kondisi Mulyanto. Kondisi normal, 150 mg/dl. Akibatnya, ia harus menginap di rumahsakit selama 7 hari.

Pertama kali

Petaka itu terjadi pada medio 2005 silam. Itu adalah kali pertama bagi Mulyanto. Saya heran, kok bisa terkena jantung koroner, kata pria 41 tahun itu. Padahal, ia sangat gemar berolahraga. Bahkan, 16 tahun silam, ia tercatat sebagai atlet bolabasket di kampusnya. Dua tahun lalu, saya berhenti berolahraga karena sibuk bekerja, katanya. Dokter menduga, rutinitas berolahraga yang tiba-tiba berhenti, turut memicu serangan jantung koroner.

Karena kondisi Mulyanto mulai membaik, ia pun diizinkan pulang. Oleh dokter, ia diberi obat penurun tekanan darah dan aneka vitamin. Obat-obatan berupa kapsul itu dikonsumsi 3 kali sehari.

Meski panas dan nyeri di dada mulai menghilang, gejala serangan jantung koroner belum juga sirna. Jika berbicara terlalu banyak, napas saya tersengal-sengal, katanya. Sebulan kemudian, saat obat dokter habis, Mulyanto ditawari suplemen yang mengandung omega 3 dari salah seorang rekan. Pada waktu bersamaan, sang istri pun menawarkan jeli teripang. Namun, ketika itu bukan untuk mengobati Mulyanto, tetapi untuk mengobati ambeien dan maag akut yang diderita istri.

Setelah melihat kondisi ambeien dan maag akut sang istri mulai membaik, Mulyanto pun tertarik untuk mencobanya. Karena berhasrat sembuh, Mulyanto menyantap kedua suplemen itu bersamaan. Sebulan kemudian, omega 3 yang diberikan rekannya itu tandas. Saat akan membeli ulang, suplemen itu menghilang di pasaran. Akhirnya, Mulyanto pun hanya mengkonsumsi jeli teripang. Jeli gamat-sebutan teripang di Malaysia-itu rutin dikonsumsi 2 kali sehari masing-masing 1 sendok makan.

Dua bulan mengkonsumsi jeli teripang, kondisi tubuh Mulyanto mulai membaik. Napas yang tadinya tersengal-sengal kini terasa plong. Saya pun mulai aktif kembali berolahraga, katanya. Setiap pagi, ia rutin berjalan kaki hingga ratusan meter. Yang penting keluar keringat, katanya. Tekanan darah pun kembali normal, 110/90 mmHg.

Karena kondisi tubuh kembali pulih, Mulyanto pun mengurangi takaran konsumsi jeli teripang. Setiap hari, ia hanya mengkonsumsi 1 sendok makan. Itu untuk berjaga-jaga, kata pegawai keuangan di sebuah perusahaan swasta itu.

Rokok

Menurut Prof Dr dr Budhi Setianto, SpJP(K), dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, penyakit jantung koroner berhubungan dengan pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke otot-otot jantung. Orang berusia 10-20 tahun, mulai timbul guratan-guratan lemak pada pembuluh. Semakin tua, tumpukan lemak bertambah, kata guru besar Kardiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. Apalagi jika pada rentang usia itu disertai tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan merokok. Dampaknya, lapisan dalam pembuluh darah rusak. Saya memang suka merokok, kata Mulyanto.

Gejala yang dialami Mulyanto seperti nyeri dada dan sesak napas karena kerja jantung memompa darah ke otak terganggu. Akibatnya detak jantung terlalu lemah atau terlalu cepat. Jika terlalu lemah, jantung gagal memompa darah ke otak sehingga otak kekurangan oksigen dan akhirnya pusing. Pada bagian tubuh lain, kekurangan oksigen dalam darah menyebabkan bagian tubuh itu sakit.

Detak jantung terlalu cepat lantaran sistem pada pusat denyut terganggu sehingga tidak efektif memompa. Pusat denyut jantung diibaratkan generator yang memiliki sistem listrik sendiri. Gangguan sistem listrik menyebabkan detak jantung menjadi cepat. Beberapa hal penyebab gangguan itu adalah pembuluh darah yang kacau, ketuaan, atau pelebaran jantung akibat katup menyempit oleh infeksi bakteri Streptococcus. Penyakitnya biasa dinamakan penyakit jantung rematik.

Kaya DHA

Keampuhan teripang mengatasi penyakit jantung diduga lantaran kandungan asam docosahexanat (DHA) pada teripang. Asupan DHA-asam lemak utama pada sperma, otak, dan retina mata-tinggi dapat menurunkan trigliserida darah penyebab penyakit jantung. Itu telah dibuktikan Prof Zaiton Hassan, peneliti dari Departemen Ilmu Pangan, Universitas Putra Malaysia, Malaysia. Bersama M. A Kaswandi, dari Universitas Kebangsaan Malaysia, ia meneliti kandungan asam lemak teripang Stichopus chloronotus. Hasilnya: kandungan DHA teripang relatif tinggi, yaitu 3,69%.

Yang juga meneliti teripang adalah Prof Ridzwan Hashim, periset dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Pada 1995, ia meneliti keampuhan teripang Holothuria atra, H. scabra, dan Bohadshia argus, mematikan bakteri Streptococcus faecalis, penyebab pembengkakan lapisan dalam jantung, dan S. Viridans, perusak katup jantung. Ketiga anggota famili Holothuriidae itu juga terdapat di Indonesia. (Baca: Khasiat di Balik Resep Datuk, hal 22-23)

Setahun sudah petaka yang dialami Mulyanto itu berlalu. Badan saya kembali fit, katanya. Mulyanto mengakui hingga saat ini belum memeriksakan kembali kondisi jantungnya ke rumahsakit. Toh selama ini gejala serangan jantung koroner tak lagi kambuh, kata pria kelahiran Maret 1965 itu. (Imam Wiguna/Peliput: Vina Fitriani)

________________________________________________________________________________
KLIK GAMBAR AGAR BESAR & MUDAH DIBACA
Trubus Juli 2006


--------------------------------------------------------------------------------
Artikel Trubus edisi Oktober 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar